LAPORAN
AMAN BUKAN SEKEDAR HARAPAN, TAPI DIWUJUDKAN
Semenjak aksi kriminal yang ada di STAIN terkuak, yakni dengan ditangkapnya “ MR” Mahasiswa fakultas Ekonomi Islam semester 7 yang ketahuan mencuri helm di area kampus utama, keamanan STAIN kembali sedikit normal, pasalnya sebelum kasus tersebut terungkap, laporan pencurian helm sering terjadi.
“Sejak pelaku kasus pencurian helm tertangkap, para mahasiswa tidak ada lagi yang melapor kepada satpam tentang masalah kehilangan helm, pelaku sengaja kami jebak. Sebenarnya kami sudah mengintai sejak lama, kemudian kami sengaja menjebak pelaku dengan menaruh helm bagus di area parkir yang sepi dan sering kehilangan kemudian kami tunggu sampai pelaku tertangkap”, ucap Bambang Irianto, salah satu satpam kampus.
Sebelum kasus pencurian helm ada, memang tingkat keamanan kampus sudah mulai turun, ini dibuktikan dengan seringnya beberapa media perlengkapan pembelajaran yang berada diruang kelas sering raib entah kemana.
“Dulu memang ada kasus hilangnya LCD di ruang kelas, pelakunya orang dalam sendiri,” tambah Bambang. Ia sangat prihatin, mengapa menurunnya keamanan di kampus justru akibat ulah orang dalam kampus sendiri.
Mengenai ikut andilnya pihak luar dalam keamanan kampus seperti para pedagang yang berjualan di sekitar kampus, ungkap Bambang "Memang para pedagang yang ingin berjualan tidak boleh masuk ke area STAIN, kecuali Pak Bajuri, dia boleh masuk ke halaman gedung Tarbiyah karena pak Bajuri itu sudah dianggap sebagai orang kantin."
Selain keamanan, ketertiban juga harus diciptakan di lingkungan masyarakat sekitar kampus. Ini bertolak belakang dengan yang terjadi belakangan ini di jalan yang biasa dilewati mahasiswa Tarbiyah menuju gedungnya. Mereka sering kali di tegur oleh warga perumahan Sidomukti karena mereka dianggap tidak tertib dan sopan dalam mengendarai sepeda motor.
Mariya Mufidah, salah satu Mahasiswi jurusan Tarbiyah berkomentar, bahwa dia menganggap masyarakat sekitar kampus, kurang peduli terhadap kampus, karena masyarakat sering tidak memperbolehkan mahasiswa lewat di jalan mereka tinggal. “Ya mungkin karena mereka menganggap mahasiswa tidak tertib dan disiplin mba”, sering NGEBUT dan BONTONG...
( Dewi N.K_Riskiyah_Fairyl Jannah)


07.48
LPM
0 komentar:
Posting Komentar